CURHATAN

nyalahin orang aja


suatu mata kuliah, duduk di tempat biasa -paling belakang. mendengarkan dosen ngomong di depan, kali ini nyentil sebuah sidang legislatif yang baru terjadi ‘tadi malam’.

“saya jadi ingat bahwa Gusdur pernah bilang DPR itu seperti taman kanak-kanak. tadi malam pada nonton, kan? mereka saling lempar argumen dengan emosi yang meluap-luap, sesekali ada kata kasar, padahal tidak sedikit dari mereka yang sudah mengenyam pendidikan tinggi,” begitu kira-kira.

“dosen ini ngomel mulu dari tadi. nyalahiiiiiin aja, solusinya manaaaa…,” keluh anak yang duduk di belakang itu; aku -di dalam hati, mana berani ngomong coba -.-

“sebentar, bukannya aku juga lagi nyalahin orang ya? nyalahin yang lagi ngomong di depan,”

kemudian berpikir bahwa ke depan akan lebih banyak diam dulu, sebelum menemukan solusi. diskusi atau debat yang terjadi mungkin bagian dari proses, biarlah mereka. untuk sekarang aku memilih diam atau ikut sesekali saja.

malu juga kalau ingat cerita orang tua yang menanam pohon untuk diambil manfaat oleh anak cucunya kemudian melihat diri yang sering secara tak sadar ingin segera mendapat hasil setelah melakukan sesuatu.

waiting for you...