bandung, juni 2012
Melanjutkan obrolan tentang sakit. Tentu apa yang saya tuliskan di bagian pertama hanya salah satu cara bagaimana memaknai sakit. Karena, pastinya, tidak semua sakit harus kita alami sendiri sambil bisa bergembira (baca: bersyukur). Meskipun bagian kedua ini pun hanya secuil dari pemahaman manusia tentang sakit. Jika Anda juga punya pemaknaan lain, saya akan senang jika diizinkan mengetahuinya. π
Sakit memberi kita pengalaman berharga untuk belajar berempati pada orang lain yang suatu saat sakit, meski kita tidak sedang atau tidak pernah merasakan sakitnya.
Pengalaman demam flu memberi kita gambaran betapa sakitnya demam malaria ditambah tifus jika demam flu saja sudah sedemikian menyiksa.Β
Sakit kepala yang tiba-tiba datang saat galau memberi kita gambaran betapa sakitnya jika ada kanker yang harus mampir di kepala orang lain.Β
Keseleo di kaki memberi kita gambaran betapa sakit kecelakaan yang membuat kaki orang harus diamputasi dua-duanya.Β
Gambaran-gambaran inilah yang merangsang munculnya rasa empati kita pada orang yang sedang sakit.