seperti orang-orang yang keretanya terlambat, kemudian merengut
tapi tetap saja, ketika kereta datang, mereka berebut,
melihat pemuda berbagi duduk dengan wanita tua di kereta,
anak kecil yang antusias sekali duduk di kursi kereta -tak pernah orang-orang tua terlihat seperti dia
dan para pengamen itu, dengan beberapa alat yang aku tak tahu pasti namanya -sejenis piano dan sejenis gitar tapi terlalu besar disebut gitar. suara mereka bagus, ditambah musik kereta yang bagi sebagian orang berisik -tapi aku menikmati hentakan kereta, kali ini.
ada juga nenek tua yang membeli bros kupu-kupu muda
ya, semuanya memberi sensasi sama seperti membaca dua baris pertama
menyadarkan, menyegarkan.
*kalimat asli dua baris pertama ada di tulisan Ustadz Faris.