CURHATAN

batikku, batikmu?

motif jogja

saya sempat suka pakai batik waktu SD. waktu itu belum tau yang dipake itu jenis batik apa. seneng aja sama kainnya, licin-licin mengkilat gitu. biasa, anak-anak sukanya yang cerah-cerah gitu. dipakai buat ke mana aja dulu tuh, dipake buat nyantri kalau sore, ke masjid, sama ke hajatan.

kemudian setelah SMP dan SMA saya gak pernah punya batik lagi, kecuali salah satu seragam SMA yang dipakai tiap Rabu sama Kamis. ketika masuk ke STAN pun, sama sekali gak punya batik. sampai suatu saat, ada acara yang namanya National Accounting Challenge 2010. Apa hubungannya kompetisi akuntansi sama batik?

saya jadi panitia waktu itu dan di pada saat acara pembukaan, drescode panitia adalah batik. baru dikasih tahu H-beberapa jam doang dari acara lagi. jadilah mikir. kalau beli, pasti bingung milihnya, udah lama gak beli batik, gak tau mana yang bagus. lirik dompet, juga gak memungkinkan. nah, kan, pinjem aja deh.

sama siapa ya, pinjemnya?
kebetulan waktu itu kenal sama kakak kelas yang kayaknya punya banyak koleksi batik. ukurannya pun sepertinya gak bakal masalah. ketua HIMAS 2009, Ghulbuddin Isham Natser, namanya. dipanggil Ghul. Beruntunglah beliau mau minjemin salah satu koleksi batiknya. dan bummm! batik yang dipinjemin yang bagus. kainnya enak, motifnya juga saya suka. motif pekalongan, katanya waktu itu. jadilah mulai saat itu berencana beli (koleksi) batik pekalongan.

beberapa waktu kemudian dari acara itu, saya udah punya batik sendiri. beberapa sih, belum banyak. suatu saat ketemu lagi tuh sama si mas Ghul. ngobrolin batiklah kita. di sini nih mas Ghul cerita bedanya batik jogja, batik pekalongan, sama batik cina. entah emang beliau tau dari baca-baca atau dari melihat-lihat, secara koleksi beliau kayaknya lengkap.

semua batik itu bagus kok motifnya, tinggal kitanya aja yang nyesuain. misal nih, batik jogja itu motifnya klasik. yang klasik itu -selain motifnya khas- biasanya dalam satu kemeja, misalnya, gak ada variasi motif -meskipun sekarang udah banyak yang variatif, tapi tetap dengan ciri khas klasiknya. beda lagi kalo batik pekalongan. kalau saya bilang sih, ini yang motif-motifnya paling cocok lah sama anak muda. variatif, modern, dan muda. kalau batik cina, yang paling khas itu dari jenis kainnya, biasanya lebih licin daripada batik biasa. motifnya juga beda, ya gimana kelihatan kesan cinanya lah.

gitulah obrolan sama mas Ghul waktu itu. saya baru sadar kalau batik yang suka saya pakai waktu kecil itu ternyata jenis batik cina. sejak saat itu, koleksi batik di lemari nambah dikit demi dikit. ada yang beli sendiri kemejanya, ada yang dibeliin -biasa, oleh-oleh, ada juga dua potong yang cuma beli kainnya, terus ke tukang jahit bawa desain sendiri buat dibikin kemeja. intinya jatuh cinta lah sama batik. selamat hari batik nasional!

ada yang mau nambahin info tentang batik? feel free for cuap cuap here. πŸ™‚

motif cina
motif pekalongan

waiting for you...