CURHATAN

ke markas kopassus lagi

satu.
baris-berbaris:

siaaaaap, grak!
hadap serong kanaaaan, grak!
hormaaaat, grak!
tegaaaak, grak!
hadap serong kiriiii, grak!
istirahat di tempaaaaat, grak!

di antara aba-aba – aba-aba itu, pelatih sering menimpali, “tidak ada gerakan tambahan!”, “kalau sudah di posisi sempurna, jangan sampai ada gerakan lagi!”. kita, para siswa capacity building, tidak akan berani melawan perintah itu. tapi, adaaaa aja salahnya. entah pas serong kiri malah serong kanan, pas hormat atau turunnya telat, atau sudah dalam posisi siap lalu disiapkan malah masih bergerak. terpaksalah ngambil posisi push-up atas kesalahan yang di lakukan. gak bakal bangun tuh kalau belum disuruh pelatih. tiap kali turun push-up itu biasanya sambil mikir kenapa bisa salah, terus janji habis ini gak bakal salah lagi deh.

dua.
makan.

persiapan duduk! –hu! ha!mulai! –stan!
susun rapi makanannya, ratakan!
duduk siaaaap grak!
-prosesi berdoa
istirahat di tempaaaat, grak! –selamat makan!
lima menit dari sekarang!
suaranya siswa! tidak ada suara! –senyaaap

begitulah kira-kira prosesi sebelum makan atau makan snack selama di makopassus. tak pernah ketinggalan itu. pada beberapa kesempatan, ada aturan tambahan. misalnya, harus makan sayurnya dulu. baru lauknya. sisa nasi? sekarang makan nasinya! ya, semua siswa nuruuuuut banget. ya, nurut aja. kalau gak, ya tunggu saja hukumannya.

tiga.
acara di ruangan.

jangan ngantuk!

itu saja aturan intinya. aturan tambahannya: kalau ada temen yang ngantuk, temen kiri-kanan, depan-belakang, bertanggungjawab. sampai ketiduran? yang push-up temen-temennya itu. yang tidur cuma disuruh cuci muka. aman. πŸ™‚

ada tambahan?
ada yang mau share, apa sih yang didapat dari pelatihan selama di makopassus? terutama dari tiga kegiatan yang sudah saya tuliskan di atas. senang sekali jika ada yang mau menuliskan pendapatnya di kolom komentar, bebas boleh yang memang kemaren ikut pelatihan di makopassus atau ada pembaca yang sekedar lewat. buat yang ikut, kalau kejadiannya saja kita kenang, maka makna dari kejadian itu tentu kita tidak lupa, kan? ditunggu komentarnya πŸ™‚

CURHATAN

oh no! I forgot something…

kita itu sering gak sadar kalau kita makin hari makin menua. sadarnya kadang-kadang dan sebentar doang. setelah itu, lupa lagi. lupa kalau pas masih muda itu kita masih punya banyak waktu. lupa kalau sensasi melakukan hal besar ketika muda itu berbeda dengan sensasi melakukannya ketika sudah tua. lupa kalau kata mumpung-masih-muda itu benar-benar sementara. lupa kalau mumpung masih muda lah bisa melakukan banyak hal demi masa depan. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa mudamu sebelum masa tuamu.

kita itu sering gak sadar kalau kita lagi sehat. bangun tidur, semua normal. lupa baca doa -bersyukur. lupa kalau normalnya seluruh anggota badan itulah nikmatnya. lupa, kemudian menganggap yang normal-normalΒ  itulah yang wajar, gak perlu disyukuri. lupa bersyukur pula, badan yang sehat itu dipakai buat ngerjain maksiat. lupa bersyukur pula, yang lebih banyak, badan kita dipakai buat hal sia-sia. lupa, kalau sehat itu nikmat yang luar biasa. lupa kalau ketika sehat itu, berarti ada dana-yang-aman, yang tidak keluar untuk berobat. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa sehatmu sebelum masa tuamu.

kita itu sering gak sadar kalau kita itu kaya. seringnya lupa kalau tiap minggu -bahkan tiap hari- ngabisin pulsa puluhan ribu. lupa kalau fasilitas kita itu harganya jutaan. lupa kalau apa yang dipakai di badan setiap hari itu ada yang kalau dijumlah nilainya jutaan. tapi lebih sering kita lupa kalau itu rezeki dari Allah yang harus balik lagi ke Allah. sering lupa kalau rezeki itu harus datang baik-baik ke kita, pergi dari kita juga harus buat yang baik-baik. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa kayamu sebelum masa miskinmu.

kita itu sering gak sadar pas lagi senggang, lagi lapang. lupa kalau itu artinya urusan kita sedang dimudahkan. lupa kalau itu artinya sebentar lagi kesibukan akan datang, mana ada kan hidup yang gak naik turun. lupa kalau kewajiban itu pasti lebih banyak dari pada waktu yang tersedia. lupa manfaatin kesempatan buat memikirkan kepentingan orang lain sebelum datang masalah buat diri sendiri yang bahkan bikin lupa mikirin diri sendiri. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa lapangmu sebelum sempitmu.

kita juga sering gak sadar kalau habis hidup ini, kita mati. lupa kalau kesempatan itu beriringan sama umur, umur abis ya kesempatan jangan ditanya. lupa kalau kata mumpung-masih-hidup itu kata yang sakral, malah menggunakannya untuk membenarkan perbuatan sia-sia. lupa kalau bisa aja habis baca tulisan ini, bisa saja hidup kita segera berakhir, gak bisa minta tunda sama Izrail. lupa kalau masih banyaaaaak yang belum kita lakukan selama hidup yang kita gak tahu kapan akhirnya ini. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa hidupmu sebelum datang kematian.

note:
karena momen paling dekat adalah Idul Adha. mari, mumpung masih muda, berkurban itu keren. nanti pas udah berkeluarga tinggal mikirin keluarga -aqiqah anak, kurban anak-istri. mumpung masih sehat, ada dana yang bisa kita alihkan dulu untuk kurban sebelum kita dipaksa mengeluarkan uang untuk berobat. mumpung masih kaya -ini tidak perlu dijelaskan lagi. mumpung masih lapang, segeralah mencari cara agar bisa berkurban. dan ini pamungkasnya, kalau bukan pas masih hidup gini, kapan lagi kurbannya? πŸ™‚

CURHATAN

batikku, batikmu?

motif jogja

saya sempat suka pakai batik waktu SD. waktu itu belum tau yang dipake itu jenis batik apa. seneng aja sama kainnya, licin-licin mengkilat gitu. biasa, anak-anak sukanya yang cerah-cerah gitu. dipakai buat ke mana aja dulu tuh, dipake buat nyantri kalau sore, ke masjid, sama ke hajatan.

kemudian setelah SMP dan SMA saya gak pernah punya batik lagi, kecuali salah satu seragam SMA yang dipakai tiap Rabu sama Kamis. ketika masuk ke STAN pun, sama sekali gak punya batik. sampai suatu saat, ada acara yang namanya National Accounting Challenge 2010. Apa hubungannya kompetisi akuntansi sama batik?

saya jadi panitia waktu itu dan di pada saat acara pembukaan, drescode panitia adalah batik. baru dikasih tahu H-beberapa jam doang dari acara lagi. jadilah mikir. kalau beli, pasti bingung milihnya, udah lama gak beli batik, gak tau mana yang bagus. lirik dompet, juga gak memungkinkan. nah, kan, pinjem aja deh.

sama siapa ya, pinjemnya?
kebetulan waktu itu kenal sama kakak kelas yang kayaknya punya banyak koleksi batik. ukurannya pun sepertinya gak bakal masalah. ketua HIMAS 2009, Ghulbuddin Isham Natser, namanya. dipanggil Ghul. Beruntunglah beliau mau minjemin salah satu koleksi batiknya. dan bummm! batik yang dipinjemin yang bagus. kainnya enak, motifnya juga saya suka. motif pekalongan, katanya waktu itu. jadilah mulai saat itu berencana beli (koleksi) batik pekalongan.

beberapa waktu kemudian dari acara itu, saya udah punya batik sendiri. beberapa sih, belum banyak. suatu saat ketemu lagi tuh sama si mas Ghul. ngobrolin batiklah kita. di sini nih mas Ghul cerita bedanya batik jogja, batik pekalongan, sama batik cina. entah emang beliau tau dari baca-baca atau dari melihat-lihat, secara koleksi beliau kayaknya lengkap.

semua batik itu bagus kok motifnya, tinggal kitanya aja yang nyesuain. misal nih, batik jogja itu motifnya klasik. yang klasik itu -selain motifnya khas- biasanya dalam satu kemeja, misalnya, gak ada variasi motif -meskipun sekarang udah banyak yang variatif, tapi tetap dengan ciri khas klasiknya. beda lagi kalo batik pekalongan. kalau saya bilang sih, ini yang motif-motifnya paling cocok lah sama anak muda. variatif, modern, dan muda. kalau batik cina, yang paling khas itu dari jenis kainnya, biasanya lebih licin daripada batik biasa. motifnya juga beda, ya gimana kelihatan kesan cinanya lah.

gitulah obrolan sama mas Ghul waktu itu. saya baru sadar kalau batik yang suka saya pakai waktu kecil itu ternyata jenis batik cina. sejak saat itu, koleksi batik di lemari nambah dikit demi dikit. ada yang beli sendiri kemejanya, ada yang dibeliin -biasa, oleh-oleh, ada juga dua potong yang cuma beli kainnya, terus ke tukang jahit bawa desain sendiri buat dibikin kemeja. intinya jatuh cinta lah sama batik. selamat hari batik nasional!

ada yang mau nambahin info tentang batik? feel free for cuap cuap here. πŸ™‚

motif cina
motif pekalongan