Kebebasan itu omong kosong.
Katanya, aku bebas berekspresi, tapi selama rok masih di bawah lutut.
Hidup ini singkat, mumpung masih muda, nikmati sepuasnya, asal jangan lewat dari jam 10 malam.
Jodoh ada di tanganku, yang penting sesuku, kalau bisa kaya, berpendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik.
Katanya, jaman sekarang pilihan itu nggak ada batasnya, selama ikuti pilihan yang ada.
Itulah sekilas potongan iklan sebuah produk yang (mungkin) familiar buat kawan-kawan. Hanya saja, sebagian besar kita mendengarkan banyak iklan dengan sekedar lewat. Jadi wajar banyak yang terlewat juga, termasuk propaganda negatif. Bahayanya, pola iklan itu berulang dan sesuatu yang berulang itu bisa terinstall dengan baik tanpa perlu kita sadari.
Saya kasih contoh ringan: minum dengan tangan kiri misalnya. Banyak iklan yang pemainnya minum dengan tangan kiri. Tak perlu saya sebut lah ya. Tapi, terlepas ini sudah by designatau tidak, tak bisa dipungkiri ini mempengaruhi kita. Dari pengamatan saya, kawan-kawan yang tau tentang bagaimana hukum minum dengan tangan kiri pun, pada saat tertentu -tak sadar- akan minum menggunakan tangan kirinya. Memang ada faktor lain misalnya sudah kebiasaan. Tapi tak bisa dikesampingkan sama sekali juga bahwa iklan-iklan ini memiliki andil dalam membentuk kebiasaan tersebut.
Nah, menurut kawan-kawan, bagaimana pengaruh yang bisa ditimbulkan iklan yang saya kutipkan di atas?