![]() |
| sumber gambar |
“Makin berisi, makin merunduk.”
Kita tentu sangat familiar dengan quote di atas. Sebuah nasihat lama yang memang sangat mengena. Dia -kalimat itu- konkrit, dia juga bisa membawa emosi yang menyampaikan, dia sederhana. Karena itu kita mudah ingat quote yang disebut ilmu padi ini.
Beberapa hari ini saya dibuat tercenung dengan sebuah ilmu padi yang lain. Sebuah quote lama juga ternyata, tapi saya baru tahu, duh. Begini kalimatnya dalam bahasa aslinya:
“onhoorbaar groeit de padi” (belanda)
Kalimat di atas diucapkan oleh Multatuli (Douwes Dekker) dan saya temukan dalam tulisan Bung Hatta yang berupa otobiografi. Bung Hatta sepertinya sangat menyukai quote ini. Bung Hatta menerjemahkannya menjadi:
“padi tumbuh tak terdengar“
Ya, tumbuhan yang satu ini memang unik. Dia tumbuh tanpa ribut. Dia berbuah tanpa membuat gaduh -karena buahnya yang telah ranum jatuh ke tanah misalnya. Dia berbuah tanpa menimbulkan bau. Tapi dia tumbuh. Itu saja. Dan hasilnya luar biasa; dibutuhkan oleh banyak manusia.
Saya begitu lama memikirkan qoute ini. Selain karena begitu dalam maknanya, saya sempat menanyakan juga, “kenapa rupanya padi begitu menginspirasi orang jaman-jaman dahulu untuk mewakilkan nasehat mereka?”
Mungkin karena itulah paling dekat dengan mereka di jaman-jaman itu. Dan sampai sekarang, sampai kapanpun, selama padi masih dekat dengan kita, nasehat-nasehat mereka ini akan selalu relevan.
