
Memilih di mana akan kuliah itu kadang membingungkan. Kadang kita sudah punya tujuan, tapi kesempatan tidak terbuka, kita tidak diberi pilihan. Kadang-kadang.
Memang idealnya kita sudah tahu kita mau bagaimana, jadi apa kelak, dan dari sini kita merumuskan mau kuliah di mana. Tapi ada “kadang” itu tadi. Saat kita tidak punya pilihan. Pintu yang terbuka tidak sesuai dengan rumusan kita sebelumnya. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Pilihan paling realistis adalah menerima pintu-pintu yang terbuka itu dan bersedia memilih salah satu. Jadi pasrah? Bukan. Bukan. Ini bukan pasrah asal setelah itu kita mau membangun kembali tujuan kita. Kita harus segera memikirkan kira-kira, dengan pintu-pintu ini, kita akan bisa apa, berkontribusi apa, jadi apa, dan sebagainya. Baru setelah itu kita bisa bersemangat dengan pilihan yang ada.
Dalam memilih di mana akan kuliah, tentu akan banyak sekali pertimbangan. Dua hal yang paling menonjol (dan mungkin saling berkaitan) adalah jurusan favorit atau jurusan yang prospeknya menurut kita bagus di masa depan.
Kita bisa ikut memilih jurusan favorit karena terpengaruh kawan-kawan, terpengaruh informasi dari media tentang jurusan favorit itu, atau kita memang tahu dengan jelas tujuan berada di jurusan itu. Alasan terakhir tentu lebih baik. Jurusan favorit tidak selamanya bagus untuk diri kita. Ini penting diingat, bahwa pilihan banyak orang belum tentu baik untuk kita. Kadang, pilihan-pilihan yang kita ambil ‘dalam sunyi’ itulah yang terbaik.
Jurusan yang prospeknya bagus di masa depan bisa jadi subjektif. Tapi ketika kita sudah bisa menilai prospek dari sebuah jurusan, setidaknya ini menandakan bahwa kita sudah tahu, ketika lulus dari sana seseorang akan jadi seperti apa. Selain itu, subjektifitas ini bisa ditekan dengan terus menggali informasi di sana-sini.
Meskipun bisa jadi saling mempengaruhi, jurusan favorit belum tentu bagus prospeknya di masa depan. Ini kan tentang kita, bukan orang lain. Ini jurusan favorit, iya. Tetapi, soal prospeknya bagus atau tidak di masa depan, untuk kita, itu urusan lain.
Dan jurusan yang prospeknya bagus di masa depan, belum tentu menjadi jurusan favorit. Karena sekali lagi ini tentang kita, bukan orang lain. Kita yang menilai bahwa sebuah jurusan cocok kita masuki dan kita akan cukup bagus di sana. Iya, kita, bukan orang lain. Bisa jadi orang berbeda pendapat dan kita sendirilah yang memilih jurusan itu. Tapi jangan berkecil hati. Ini jalan kita, bukan orang lain.
Sekarang, sudah yakin dengan pilihanmu?
Apa tujuanmu kuliah di sana?
karena lupa2 ingat tulisannya pegimane kok rasa2nya ndak ada yang ganti ya? substansinya masih sama tuh keliatannya… bdw ni malah di notifikasi masih muncul balesan comment yang lama…
yah kalau sekarang sih jangan bintaro-oriented mululah… cari tempat lain gitulah 😀
memang sama, haha. revisinya nambah gambar aja. gak usah yang serius-serius. soalnya saya tipikal first-drafter kayaknya. 😀
oh, I see. non-bintaro-oriented.