PIKIRAN

2048

Buat yang belum tau masa sih ada yang belum tau?, 2048 yang jadi judul postingan ini adalah sebuah game puzzle angka yang tujuan kita adalah ‘menumpukkan’ angka-angka kelipatan 2 sampai angka 2048 dan kita akan dinyatakan menang. Kalau memang belum tau cara mainnya masa sih belum tau?, bisa langsung nyoba main di sini nih.

Udah pernah sampai 2048? Sering? Lebih malah?
Kalau kita coba googling, ternyata sudah banyak yang bisa mencapai 2048, bahkan lebih. Ndilalahnya, waktu awal-awal saya unduh dan mulai addicted sama game ini, saya pun menulis status di facebook . Hasilnya? Saya di-bully, ada yang bilang ‘baru tau, Jul? :p’ dengan nada ngejeknya, juga ada yang pamer angkanya -banyak yang udah lewat 2048 ternyata.

Terus udah gak menarik lagi dong gamenya kalau udah sering sampai 2048?
Tunggu dulu, asiknya, seiring dengan tak menantangnya lagi mencapai angka 2048 bagi sebagian orang, game ini memberi opsi keep going saat kita sampai angka tersebut. Jadilah, perlombaan akhirnya menjadi mencapai angka yang tidak terbatas dan ramai-ramai orang nge-printscreen dan upload ‘angka’nya buat sombong, pamer  menunjukkan capaiannya.

Lebih dari itu, sebagai orang yang mengira berdarah AB dan kecanduan membaca komik korea itu (tau kan?), saya cenderung suka memikirkan hubungan sesuatu dengan kehidupan, termasuk game ini. Kebetulan saya juga sedang baca The One Thing, jadi bisa dihubung-hubungin. 😀

Kita semua sudah tahu bahwa syarat sukses adalah tujuan, angka 2048 adalah sebuah tujuan. Namun yang luput dari perhatian kita adalah bahwa kesuksesan tidak selalu berpola proses-hasil, tapi bisa proses-proses-proses-proses-…-proses-hasil. Menurut The One Thing, urutan proses-proses tersebut mirip sekali dengan susunan domino yang akan roboh dan diujungnya ada tujuan kita. Begitulah 2048, dia mengharuskan kita menyusun kembali dari angka terkecil, dua (2), untuk membentuk angka yang lebih besar untuk bisa membuat efek lebih besar sampai akhirnya sampai di 2048.

Oya, kalau selama ini kita taunya domino yang disusun itu hanya domino berukuran sama, maka The One Thing menunjukkan fakta bahwa sebuah domino bisa menjatuhkan domino yang berukuran 50% lebih besar. Kebayang, kan, kalau domino pertama 5cm aja lalu dijejer domino sampai (misal) seratus ke belakangnya? Segede apa efek di belakangnya? Tugas kita untuk sukses adalah menemukan domino pertama, menjejernya sampai ke tujuan, dan menjatuhkan hanya domino pertama. Tapi harus diakui, tidak semudah itu. Kita mungkin perlu berkali-kali menemukan domino pertama, menjejernya, lalu menjatuhkan, baru mendapatkan hasilnya, seperti di 2048. 🙂

Buat yang belum main gamenya, kebayang kan berapa angka yang harus dilewati 2 untuk jadi 2048? Kalau belum kebayang, mungkin perlu main. 🙂

 

waiting for you...