
Menarik. Pernah mencoba membuka link bio atau aboutkawan-kawan kita di facebook? Silakan tengok kolom political view, apa yang sering kita dapati? Saya sendiri baru belakangan ini mulai memperhatikan. Banyak yang mengosongkan kolom ini, atau mengisinya dengan komentar negatif tentang politik. Benar?
Komentar negatif seperti apa? Ah, untuk yang ini saya kesulitan bikin contoh. Kalau copas dari yang ada, takut nanti yang punya marah, “kok punya saya yang dijadiin contoh?“.
Ada apa ini?
Saya sih hanya bisa berdoa semoga ini bukan gambaran dari kesalahan berpikir. Kesalahan akibat ketidakmampuan memisahkan mana alat, mana pelaku, dan manaperbuatannya. Seperti banyak yang bingung memisahkan terorisme, pelaku, dan agamanya.
Saya pernah mendengar pelaku tabrak lari yang akhirnya digebukin dan dibawa ke kantor polisi. Dari sini kita bisa belajar bahwa yang dihakimi itu pelakunya. Bukan kendaraannya.
Sering nonton film-film yang bercerita tentang penyelidikan kasus kriminal? Nah, di antaranya pasti ada cerita tentang pembunuhan, entah pakai senjata tumpul, tajam, atau senjata api. Siapa yang salah? Tentu si pembunuh. Bukan pistol, pisau, atau pemukul bisbol.
Begitulah. Semoga dari sini kita bisa belajar. Selain belajar memisahkan, kita juga belajar bahwa kendaraan yang ditabrakkan itu juga penyok. Begitu pula senjata yang digunakan untuk membunuh, akan disebut sebagai barang bukti, atau senjata pembunuh -meskipun kita menggunakan alat yang sama untuk memotong makanan kita di rumah.
Itulah beda berpolitik dan membunuh. Pisau yang digunakan untuk mengupas buah untuk anak kita dilihat sebagai pisau yang berbeda dengan pisau seorang pembunuh yang jenisnya sama. Begitulah seharusnya. Lalu kenapa kita serta merta memandang orang baik yang berpolitik sama dengan politikus-politikus busuk itu?
Ketahuilah, senjata mereka memang sama. Tapi kita harus tahu bedanya.