
1. Keunggulan Komparatif.
Salah satu butir keyakinan ekonomi pasar: ekonomi bukan zero-sum-game “jika ada yang menang pasti ada yang kalah”. Bukan. Karena tidak perlu mengorbankan orang lain untuk menjadi miskin, lebih kurus, atau sakit untuk menjadikan diri kita lebih kaya, gemuk, atau lebih sehat.
Contohnya jika ada negara A dan negara B. Keduanya memproduksi anggur dan pakaian. Ternyata A memproduksi keduanya dengan lebih efisien: pakaian di A setengah harga di B, anggur seperlima dari harga di B. negara A disebut punya keunggulan absolut atas B. lalu apa yang bisa dilakukan B?
Kita tentu tidak akan berpikir bahwa negara B akan menjadi konsumen saja, atau mau menjawab bahwa B cari kerjaan lain saja. hha. Kalau jawabannya seperti itu kita tidak akan belajar tentang keunggulan komparatif.
Ini teorinya: jika negara B berkonsentrasi memproduksi pakaian dan negara A berkonsentrasi memproduksi anggur, maka kedua negara ini akan menghasilkan pakaian dan anggur yang lebih banyak dan lebih murah. Perhatikan komparasi (perbandingannya). Jadi bukan win-lose, tapi win-win. 🙂
2. Kapitalisme
Disampaikan dengan tegas oleh para ekonom: laissez-faire (ekonomi yang sepenuhnya bebas) itu tidak pernah ada!
Ya, laissez-faire yang artinya “biarkan (mereka) melakukan (apa yang mereka pilih)” inilah yang sering disebut sebagai kapitalisme. Tapi itu patah dengan kalimat di atas. Tidak pernah ada! Lalu, apa yang disebut orang kapitalisme sekarang ini?
Apa yang disebut kapitalisme di negara-negara yang mengaku menerapkannya (AS, Inggris, dan kawan-kawannya) lebih baik disebut sebagai sistem ekonomi campuran. hha, karena mereka -mungkin juga kita- adalah penganut setia keynesianisme yang akan dijelaskan di point berikutnya.
3. Keynesianisme
Hal kurang penting: saya baru tahu kalau keynes dipanggil Maynard oleh teman-temannya -nama lengkapnya John Maynard Keynes dan dia ekonom langka: seorang ahli yang berkesempatan mempraktikkan teorinya.
Intinya pemerintah harus ikut campur dalam ekonomi via kebijakan fiskalnya dan keynes yakin bahwa ada efek multiplier, jadi negara bukan cuma jadi penjaga malam.Ini penting terutama ketika ekonomi sedang trauma karena ‘penawaran menciptakan sendiri permintaannya’ tidak berlaku dan terbantahkan.
Lepas dari semua poin di atas, ada permisalan menarik tentang bagaimana sebaiknya pabrik atau perusahan (dan semisalnya) hidup, yaitu membuat setiap pabrik itu ada di atas sebuah perahu; mengapung ke manapun biaya sumber daya manusia, bahan baku, dan pajak lebih rendah.