PIKIRAN

Opportunity Cost, Insentif, & Pembagian Kerja

gx8
opportunity cost

1. Opportunity Cost.

 

Penjelasan yang baru saya baca tentang opportunity cost membuat saya yakin bahwa traktiran makan siang oleh seorang kawan tidak membuat adagium “no such a free lunch” patah. Jika Anda ingin mengamalkan ilmu opportunity cost ini, maka Anda harus berpikir bahwa Anda mungkin sedang melewatkan traktiran kawan lain yang lebih enak atau makan bersama keluarga yang begitu menyenangkan.

Ini intinya: biaya dari sesuatu adalah apa yang Anda korbankan untuk memperolehnya. Ini tentang kesempatan yang terlewatkan, bukan sejumlah uang yang Anda keluarkan dari dompet Anda, apalagi dompet orang lain.

Hati-hati jika Anda benar-benar meyakini teori ini, bahayanya: Anda akan selalu percaya bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau.

 

2. Insentif

Pembahasan tentang ini benar-benar radikal, di sini manusia benar-benar didefinisikan sebagai makhluk ekonomi. Begini ilustrasinya:

“seorang pelayan di tempat Anda makan siang melayani Anda karena dia dibayar. Bukan karena Anda lapar -siapa peduli, huh? Atau, jika dia tersenyum, itu tidak berarti dia ramah, itu distorsi habis-habisan. Karena alasan sesungguhnya adalah bahwa restoran sangat bergantung pada kedatangan berulang para pelanggan -Anda.” 

Ngeri ya.

 

3. Pembagian Kerja

Ini bagian yang lebih logis dari gagasan lainnya dan bisa terus dipakai di sistem ekonomi manapun. Di pembahasan ini, kita mengetahui bahwa ketika seluruh orang yang terlibat tidak ada kerjaan, maka pekerjaan dimulai dengan membagi kerja.

Ini tentang spesialisasi. Jika dalam membuat sebuah rumah Anda benar-benar hebat menancapkan paku, kerjakan itu saja, jangan ikut menggambar desain!

Ini juga tentang delegasi. Jika Anda melihat seseorang benar-benar bagus ketika mengecat, percayakan sepenuhnya. Kerjakan bagian Anda saja, tidak perlu memikirkan hasil kerja orang lain.

Lagi-lagi, hati-hati menerapkan ini. Jika kita bicara tentang pembagian kerja, spesialisasi, dan delegasi, maka kita juga bicara tentang manusia. Salah satu bahaya pembagian kerja adalah tidak berkembangnya seorang manusia jika pekerjaannya kita batasi sepenuhnya: seperti pekerja di pabrik teh botol yang setiap hari hanya memperhatikan botol-botol berisi teh, lalu menekan beberapa tombol yang menggerakkan mesin untuk memberikan tutup pada botol-botol itu. Setiap hari. Membosankan dan mematikan, bukan? Itulah yang terjadi sesungguhnya.

 

waiting for you...