PIKIRAN

Sebuah Kasus Korupsi di Kepala Saya

Lagi ramai kasus korupsi, ya?

Kebetulan saya juga sedang memikirkan korupsi beberapa minggu ini. Di kepala saya sedang saya putar berulang kali adegan penangkapan sebuah kasus korupsi yang tentunya cuma ada di kepala saya. Tidak terjadi di dunia nyata. Tetapi saya berharap suatu saat ini terjadi dan bisa membawa perubahan positif. Semoga berkenan menyimak cerita berikut, ya.


Sebuah kantor pemerintahan geger. Lima pegawainya yang terdiri dari 1 kepala kantor, 2 kepala seksi, dan 2 pelaksana ditangkap secara bersamaan. Hal ini menyusul hasil audit investigatif atas laporan keuangan kantor tersebut 3 tahun terakhir. Hasil audit tersebut menyebutkan bahwa ada kebocoran anggaran yang cukup besar dalam rentang waktu tersebut.

Yang paling menghebohkan adalah hasil sitaan dari ruangan salah satu kepala seksi yang ditangkap. Dari sebuah brankas di ruangannya ditemukan uang tunai sebanyak 200 juta rupiah. Uang sebanyak itu tersimpan rapi dalam beberapa amplop dengan timestamp; berisi keterangan hari, tanggal, dan jam. Juga ditemukan beberapa amplop kosong. Selain uang tunai tersebut, penyidik KPK juga menemukan satu buku catatan. Buku catatan tersebut diawali halaman yang berisi tulisan: “the record of you know what money”.

Isi buku ini luar biasa: catatan semua uang yang pernah diterima kasi tersebut. Catatan ini lengkap: siapa yang memberikan, dalam rangka apa, sampai tanggal dan waktu yang cocok dengan timestamp di atas semua amplop di brankas tersebut. Lalu apa yang terjadi dengan amplop yang telah kosong? Ternyata di dalam masing-masing amplop kosong tersebut berisi satu atau lebih kuitansi. Nilai nominal di kuitansinya sesuai dengan catatan di buku. Kuitansi apa? Mulai dari kuitansi pembelian ATK, pembelian bahan perbaikan jalan dan irigasi di kampungnya, hibah ke beberapa pemadam kebakaran, kurban ke Indonesia timur melalui rumahkurbandotcom, sampai donasi perbaikan jembatan di pedalaman melalui kitaisodotcom. Semua angka di catatan, kuitansi, sampai uang tunai yang tersisa dan disita cocok dan sangat presisi. Total semua uang di catatannya sekitar 475 juta rupiah.

—-

Sekarang, bayangkan Indonesia memakai sistem pengadilan dengan juri. Familiar, bukan? Seperti pengadilan di film hollywood yang biasa kita tonton. Anda jadi salah satu juri di pengadilan Pak Kasi ini. Apa pendapat Anda? Guilty or not guilty?

waiting for you...