BUKU, CURHATAN

alternatif toko buku mahasiswa – gudang buku diskon sektor 9

salah satu sudut toko bacabaca

sebenernya tujuan keluar malam ini cuma mau makan bakso atom aja, tapi ternyata temen (kang Dwi yang ngelola Fatahillah) udah pesen buku di toko buku persis sebelah kedai bakso atom ini. jadilah mampir bentar, pertama kalinya nih. dan tet teret tereeeeet, kesan pertama pas masuk: adem, rapi, dan lengkap.

adem, ya karena emang full ac. enak nih tempat buat ngadem siang-siang. bersih juga. toko buku ini ukurannya imut, sekitar 4 atau 5 kali 6 meter lah. kurang lebih dua kamar kosan. jadi cukup dengan satu biji ac udah bikin adem.

mudah nyari buku di sini. rapi tuh di tata sama empunya. novel, tekno, desain, agama, dsb, udah ada rak khusus. ini juga yang bikin tempat ini tambah cozy buat jadi tempat singgah pas siang-siang di bintaro yang terik ini. #halah

dan ini nih yang paling penting,
koleksi bukunya lengkap dan update. dari yang genrenya nge-pop sampai ilmiah. tadi nyoba ngecek toko ini ngoleksi Sadgenic-nya Rahne Putri apa nggak, eh, ternyata ada tuh. nemu juga buku yang kayaknya bagus, pendidikan anak, judulnya “Berbicara, agar anak mau mendengar, dan mendengar, agar anak mau berbicara,” karangan siapa gitu, lupa. 🙂

kekurangan dari toko buku ini cuma gak ada tempat duduk, menurut saya. soalnya memang lahannya kecil ya. jadi sayang juga sih, meski cozy banget pas di dalam, tapi kaki lama-lama pegel juga. Tapi tenang, di kiri kanan toko ini ada dua tempat yang enak buat duduk-duduk dan makan. ada warung steak sama kedai bakso atom. bisa tuh bawa buku yang udah dibeli dan dibaca sampai abis, gak diusir kok.

rak – rak buku ditutupi dengan poster cover buku best seller

satu lagi nih yang paling penting. biasa, urusan kantong. toko buku bacabaca ini punya tagline “gudang buku diskon”. buat yang suka komik, ada diskon 10% buat komik impor. diskon 15% untuk buku-buku lokal. tulisannya sih gitu, gak ngerti apa gak ada diskon buat buku terjemahan misalnya. tapi kayaknya tadi semua buku didiskon kok. kesimpulannya, toko ini layak untuk dicoba dijamah. jarang-jarang ada toko buku yang ngasih diskon tanpa ada persyaratan lain, jadi member misalnya. cuma toko ini untuk daerah bintaro. 🙂

lokasi? sinian dikit dari McD sektor 9, sebelah kanan.

BUKU

cicip buku – blogger wajib baca buku ini

Buku ini bikin saya bertingkah aneh. Membacanya sampai habis di Gramedia kemudian tetap saja membelinya. Buat apa coba? Yah, saking sukanya sama buku mba Ollie yang satu ini, Creative Blog Writing; Rahasia Seni Menulis Blog Lebih Kreatif.

Gaya nulis mba Ollie itu asik, berasa akrab. Baca tips-tips di buku ini kayak baca cerita, ya emang mba Ollie lagi cerita sih. Yang pasti gak berasa kayak baca instruksi yang seabrek, tapi tetap praktis.

Bagian paling menyenangkan buat saya adalah pas mba Ollie ngupas sekitar 20an lebih cara nyari ide buat nulis di blog. Wuaah, banyak banget itu dan semuanya oke. Mba Ollie sendiri kayaknya udah pernah pake sendiri semua tips itu. Soalnya jelasinnya simpel, ciri orang yang udah bener-bener ngerti.

Ada juga bagian yang paling nge-jleb. How to Make Time to Write Blog? Bagian yang jelasin cara-cara nyiasatin waktu biar bisa tetap nge-blog sesibuk apapun kita. Uniknya, beberapa tips di bagian ini kalau dipikir-pikir lagi bisa dipakai buat apapun. Judulnya bisa ganti How to Make Time to Do Anything? 🙂

Intinya sih buku ini spesial karena tiga hal. Pertama, tipsnya itu banyaaak banget dan praktis. Kedua, mba Ollie udah praktekin sendiri dan terbukti berhasil. Ketiga, bacanya enak, bikin semangat, gaya nulisnya itu loh. Nah, alasan yang ketiga ini yang bikin saya tetep beli meski udah selesai bacanya. 🙂

Bener tuh kata-kata yang ada di cover belakangnya:

Jika kamu seorang blogger, membaca buku ini akan membawa banyak pencerahan.

Happy reading! 😀

BUKU

cicip buku – cinta di ujung sajadah

sudah baca?

——————————
Judul: Cinta di Ujung Sajadah
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: Republika, 2012
Tebal: xiv + 292 hlm.

Ketika semua harapan menemui jalan buntu. Cinta berjuang. Mencari kekuatan dalam sujud-sujud panjang. Menelusuri jejak surga yang dirindukan, hingga tuntas saat senja di Madinah.

Pertama saya memutuskan untuk membaca novel ini, saya tidak punya ekspektasi terlalu tinggi. Karena bagaimanapun, ini adalah buku sekaligus novel pertama yang saya baca dari penulis 47 buku ini -begitu katanya di pengantar, Asma Nadia. Ke mana aje, woi!

Selain itu, judul yang memakai kata ‘cinta’, bagi saya, semakin ke sini semakin klise dan tidak menambah selera baca. Ditambah lagi ternyata kata cinta di sana selain menunjuk pada sebentuk perasaan, dia juga merujuk ke nama tokoh utama di novel ini -Cinta. Ah, semakin seperti cerita-cerita jaman dulu saja semacam legenda tempat keramat. Ampun, mba Asma Nadia. Kejamnya lagi: karena belum ada novel lain yang harus -biasanya karena minjem- saya baca, novel ini akhirnya saya beli.

Set!
Bagian satu. Ya, benar-benar baru di bagian satu. Saya merasa harus angkat topi! Gaya menulis seperti ini saya rasa hanya dimiliki penulis-penulis hebat. Ah, mba Asma Nadia tentu sudah biasa dipuji seperti ini. Kemudian saya percaya, gelar Tokoh Perubahan, Wanita Inspiratif, Penulis Fiksi Terfavorit, dan Tokoh Perbukuan Islam sangat layak disandang penulis yang sekarang bisnis di bidang sandang ini -pujian yang aneh. Cukup dengan membaca bagian satu saja, saya sudah harus angkat topi, bayangkan, ah, tidak usah dilanjutkan.

Alur ceritanya enak diikuti dan penokohannya kuat, didasari masalah yang dialami masing-masing tokoh. Mba Asma Nadia itu pinter bikin ‘gregetan’. Begitu saya pikir saat bagian penutup saya baca pelan-pelan. Di sepanjang isi novel, saya disuguhi teka-teki dan jawabannya tidak dijawabkan tuntas sampai cerita terlihat selesai menjawab pertanyaan besar tokoh utama. Di penutup, mba Asma Nadia masih menyisakan teka-teki kecil dengan jawaban yang mengundang senyum pembaca di saat selesai membaca novel ini.

Yang pasti, setelah membaca novel ini, saya berniat melahap novel-novel lain dari mba Asma Nadia. Fyi, saya baru jadi pecandu novel dalam 3 bulan ini dan di 15 hari pertama menyelesaikan baca 15 novel –jadi gue harus bilang WOW! sambil ke klinik Tong Fang, gitu? | iya, tapi WOW!-nya buat novel ini aja. 🙂