CURHATAN

maaf, tolong jangan sampaikan ini pada siapapun

suatu saat, jika kau bangga dengan hasil usahamu. sampai kau kewalahan mengendalikan hatimu. lihat masa lalumu.
suatu saat, jika kau merasa baik. jika kau merasa kebaikanmulah yang membuat orang-orang mau berkawan denganmu. lihat dosa-dosamu.

karena di saat yang sama, kau harus sadar bahwa kau pernah berdosa. bahkan (mungkin) dosa besar.
kau tahu, meskipun (mungkin) sudah diampuni, kau akan tetap dicatat PERNAH melakukan dosa itu. yah, seperti kaca yang PERNAH pecah.
apalagi kalau itu ada hubungannya dengan manusia, maka ingat tiga poin pengait ini: PERNAH BERDOSA, kepada MANUSIA, dan itu sudah PERNAH DICATAT.

aaaah, jika kau dianggap baik oleh kawanmu, itu hanya karena Allah menutupi aibmu.
bayangkan jika semua dibuka. bayangkan jika semua orang-orang yang pernah kau berbuat salah padanya, mengumumkan pada dunia.

aaaah, ternyata kau dianggap baik, hanya karena ketika kau salah, kau sudah titip, “maafkan aku, dan tolong jangan sampaikan ini pada siapapun,”
yang baik itu bukan kau, tapi orang itu! dan orang lain yang mau jadi kawanmu.

Β ————————————————————————————————————-
eh, ada yang baca. mari kuberi tahu satu hal, kawan.
jika kau mau berkawan dengan seseorang -apalagi itu aku, maka kau baik. karena kau tak pernah mencari-cari, aibku dan orang itu yang telah ditutupi Tuhan kita. πŸ™‚

CURHATAN

ke markas kopassus lagi

satu.
baris-berbaris:

siaaaaap, grak!
hadap serong kanaaaan, grak!
hormaaaat, grak!
tegaaaak, grak!
hadap serong kiriiii, grak!
istirahat di tempaaaaat, grak!

di antara aba-aba – aba-aba itu, pelatih sering menimpali, “tidak ada gerakan tambahan!”, “kalau sudah di posisi sempurna, jangan sampai ada gerakan lagi!”. kita, para siswa capacity building, tidak akan berani melawan perintah itu. tapi, adaaaa aja salahnya. entah pas serong kiri malah serong kanan, pas hormat atau turunnya telat, atau sudah dalam posisi siap lalu disiapkan malah masih bergerak. terpaksalah ngambil posisi push-up atas kesalahan yang di lakukan. gak bakal bangun tuh kalau belum disuruh pelatih. tiap kali turun push-up itu biasanya sambil mikir kenapa bisa salah, terus janji habis ini gak bakal salah lagi deh.

dua.
makan.

persiapan duduk! –hu! ha!mulai! –stan!
susun rapi makanannya, ratakan!
duduk siaaaap grak!
-prosesi berdoa
istirahat di tempaaaat, grak! –selamat makan!
lima menit dari sekarang!
suaranya siswa! tidak ada suara! –senyaaap

begitulah kira-kira prosesi sebelum makan atau makan snack selama di makopassus. tak pernah ketinggalan itu. pada beberapa kesempatan, ada aturan tambahan. misalnya, harus makan sayurnya dulu. baru lauknya. sisa nasi? sekarang makan nasinya! ya, semua siswa nuruuuuut banget. ya, nurut aja. kalau gak, ya tunggu saja hukumannya.

tiga.
acara di ruangan.

jangan ngantuk!

itu saja aturan intinya. aturan tambahannya: kalau ada temen yang ngantuk, temen kiri-kanan, depan-belakang, bertanggungjawab. sampai ketiduran? yang push-up temen-temennya itu. yang tidur cuma disuruh cuci muka. aman. πŸ™‚

ada tambahan?
ada yang mau share, apa sih yang didapat dari pelatihan selama di makopassus? terutama dari tiga kegiatan yang sudah saya tuliskan di atas. senang sekali jika ada yang mau menuliskan pendapatnya di kolom komentar, bebas boleh yang memang kemaren ikut pelatihan di makopassus atau ada pembaca yang sekedar lewat. buat yang ikut, kalau kejadiannya saja kita kenang, maka makna dari kejadian itu tentu kita tidak lupa, kan? ditunggu komentarnya πŸ™‚

CURHATAN

oh no! I forgot something…

kita itu sering gak sadar kalau kita makin hari makin menua. sadarnya kadang-kadang dan sebentar doang. setelah itu, lupa lagi. lupa kalau pas masih muda itu kita masih punya banyak waktu. lupa kalau sensasi melakukan hal besar ketika muda itu berbeda dengan sensasi melakukannya ketika sudah tua. lupa kalau kata mumpung-masih-muda itu benar-benar sementara. lupa kalau mumpung masih muda lah bisa melakukan banyak hal demi masa depan. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa mudamu sebelum masa tuamu.

kita itu sering gak sadar kalau kita lagi sehat. bangun tidur, semua normal. lupa baca doa -bersyukur. lupa kalau normalnya seluruh anggota badan itulah nikmatnya. lupa, kemudian menganggap yang normal-normalΒ  itulah yang wajar, gak perlu disyukuri. lupa bersyukur pula, badan yang sehat itu dipakai buat ngerjain maksiat. lupa bersyukur pula, yang lebih banyak, badan kita dipakai buat hal sia-sia. lupa, kalau sehat itu nikmat yang luar biasa. lupa kalau ketika sehat itu, berarti ada dana-yang-aman, yang tidak keluar untuk berobat. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa sehatmu sebelum masa tuamu.

kita itu sering gak sadar kalau kita itu kaya. seringnya lupa kalau tiap minggu -bahkan tiap hari- ngabisin pulsa puluhan ribu. lupa kalau fasilitas kita itu harganya jutaan. lupa kalau apa yang dipakai di badan setiap hari itu ada yang kalau dijumlah nilainya jutaan. tapi lebih sering kita lupa kalau itu rezeki dari Allah yang harus balik lagi ke Allah. sering lupa kalau rezeki itu harus datang baik-baik ke kita, pergi dari kita juga harus buat yang baik-baik. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa kayamu sebelum masa miskinmu.

kita itu sering gak sadar pas lagi senggang, lagi lapang. lupa kalau itu artinya urusan kita sedang dimudahkan. lupa kalau itu artinya sebentar lagi kesibukan akan datang, mana ada kan hidup yang gak naik turun. lupa kalau kewajiban itu pasti lebih banyak dari pada waktu yang tersedia. lupa manfaatin kesempatan buat memikirkan kepentingan orang lain sebelum datang masalah buat diri sendiri yang bahkan bikin lupa mikirin diri sendiri. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa lapangmu sebelum sempitmu.

kita juga sering gak sadar kalau habis hidup ini, kita mati. lupa kalau kesempatan itu beriringan sama umur, umur abis ya kesempatan jangan ditanya. lupa kalau kata mumpung-masih-hidup itu kata yang sakral, malah menggunakannya untuk membenarkan perbuatan sia-sia. lupa kalau bisa aja habis baca tulisan ini, bisa saja hidup kita segera berakhir, gak bisa minta tunda sama Izrail. lupa kalau masih banyaaaaak yang belum kita lakukan selama hidup yang kita gak tahu kapan akhirnya ini. makanya Nabi sendiri yang sampai turun tangan mengingatkan, jagalah masa hidupmu sebelum datang kematian.

note:
karena momen paling dekat adalah Idul Adha. mari, mumpung masih muda, berkurban itu keren. nanti pas udah berkeluarga tinggal mikirin keluarga -aqiqah anak, kurban anak-istri. mumpung masih sehat, ada dana yang bisa kita alihkan dulu untuk kurban sebelum kita dipaksa mengeluarkan uang untuk berobat. mumpung masih kaya -ini tidak perlu dijelaskan lagi. mumpung masih lapang, segeralah mencari cara agar bisa berkurban. dan ini pamungkasnya, kalau bukan pas masih hidup gini, kapan lagi kurbannya? πŸ™‚