CURHATAN

kipas angin

“kipas angin itu bisa dijual,”
ini pikiran -boleh disebut- pengusaha.
“kipas angin itu wajib ada,”
ini pikiran mahasiswa yang kamar kosnya panas.
“jadi, kipas angin ini punya siapa?”
bisa jadi ini pikiran orang yang baru belajar pengantar hukum –beizit is ergendom.
“kipas angin ini butuh listrik,”
ini pikiran siapa? orang yang sedang ingin menyalakan kipas angin.
“kipas angin ini sebenarnya ingin berputar saja atau benar-benar ingin menghembuskan angin?”
tak tahulah ini pikiran orang macam apa.
CURHATAN

adil dan puas

“Bagi Gilkeys, ‘keadilan’ tampaknya bersinonim dengan ‘kepuasan’: jika dia puas, itu artinya adil, namun kalau dia tidak puas, itu artinya tidak adil.” Allison Hoover Bartlett dalam The Man Who Loved Books Too Much.
mungkin kita juga sering seperti itu. kita? oh maaf, sepertinya lebih tepat kalau menyebut ‘aku’ saja. 
CURHATAN

tak (merasa) tahu

suatu saat, hikmah tentang setengah gelas kosong atau berisi itu tak berarti
di saat yang lain, cerita tentang seorang katak tuli yang berhasil mencapai puncak, gak ngefek sama sekali
lain waktu, film se-mengharukan Children of Heaven tak membuatmu haru
sewaktu-waktu, hujjah al-Banna dalam segala peninggalannya, alButhy dalam Sirahnya, Sayyid Sabiq dengan Fiqh Sunnahnya, tak menggugah akalmu

bahkan firman Tuhan dan sabda Nabinya tak berpengaruh sama sekali padamu
kau tahu, waktu-waktu seperti itu adalah sama; ketika kau merasa tahu.