CURHATAN

ikhlas -dipuji, dicela

gimana ya orang-orang ikhlas itu kalau dapat pujian atau celaan? 

katanya… 
kalau dipuji kerjaannya, dia tidak menjadi lebih semangat…. 
kalau dicela, dia tak surut…. 

wah… 
gak ada rasa senang gitu pas dipuji? 
gak galau gitu pas dicela? 

hmm… 
gimana rasanya ya, pas dipuji tapi bisa gak senang dan gak nambah semangat, 

gimana rasanya ya, pas dicela gak bikin galau dan langkah surut, 

pengen ngerasain…. 

*ikhlas itu kayak kau (maaf) boker, dipuji atau dicela “produktifitas”mu ya segitu juga, gak ngaruh. gak minta imbalan, gak minta balik juga.

CURHATAN

hukum alam saja -tidak perlu lebay menyebutnya konspirasi

dunia ini masih mengarah ke hal-hal yang itu-itu saja,
selama itu pula, yang itu-itu pula lah yang akan menguasai,
kabar buruknya,
yang ingin ganti menguasai, malah ikut-ikutan trend
padahal di bidang itu mereka seperti anak kemaren sore dibanding yang itu-itu
kabar baiknya,
satu, manusia itu akan bosan,
dua, gunung selalu punya puncak, setelah itu turun,
kabar terburuknya,
jika yang ingin ganti menguasai ikut-ikutan trend,
sambil tidak sadar trend itu sudah sampai puncak, kemudian turun.
kabar terbaiknya,
pasti ada yang membawa trend baru dan ganti menguasai
dan itu sudah ditentukan -siapa,
nanti -tinggal menunggu waktunya sambil berusaha.
CURHATAN

sakit (2) – selesai

bandung, juni 2012


Melanjutkan obrolan tentang sakit. Tentu apa yang saya tuliskan di bagian pertama hanya salah satu cara bagaimana memaknai sakit. Karena, pastinya, tidak semua sakit harus kita alami sendiri sambil bisa bergembira (baca: bersyukur). Meskipun bagian kedua ini pun hanya secuil dari pemahaman manusia tentang sakit. Jika Anda juga punya pemaknaan lain, saya akan senang jika diizinkan mengetahuinya. 🙂

Sakit memberi kita pengalaman berharga untuk belajar berempati pada orang lain yang suatu saat sakit, meski kita tidak sedang atau tidak pernah merasakan sakitnya.

Pengalaman demam flu memberi kita gambaran betapa sakitnya demam malaria ditambah tifus jika demam flu saja sudah sedemikian menyiksa. 


Sakit kepala yang tiba-tiba datang saat galau memberi kita gambaran betapa sakitnya jika ada kanker yang harus mampir di kepala orang lain. 


Keseleo di kaki memberi kita gambaran betapa sakit kecelakaan yang membuat kaki orang harus diamputasi dua-duanya. 


Gambaran-gambaran inilah yang merangsang munculnya rasa empati kita pada orang yang sedang sakit.